Postingan

Bukan Perempuan yang sedang dalam pelukan

Dibawah langit ibukota, 25 Mei 2018-05-25 Tidak semua hal yang kita rencanakan akan berjalan sesuai rencana, karena disetiap langkah dari apa yang kita putuskan selalu ada tangan Tuhan yang akan menentukan. Untuk seseorang yang kemarin berkata kabarnya sedang tidak baik, apabila kabar tidak baik itu berhubungan dengan suatu permasalahan, semoga permasalahan itu segera terselesaikan, dan apabila kabar tidak baik itu karena bermasalah dengan kesehatan semoga cepat diangkat penyakitnya dan segera diberi kesembuhan. Aku tidak berani terlalu banyak bertanya meski katamu tidak perlu terlalu banyak berfikir. Tapi bagiku mungkin berbeda, ada banyak yang harus kufikirkan meski kekhawatiranku menginginkanku untuk banyak menanyaimu. Aku harus menjaga hatiku agar tetap tau dimana tempatnya, dan bukan kapasitasku untuk menjadi tempatmu berbagi meski aku sangat ingin. Terkadang aku memang sering spontanitas, tapi seringnya aku menyesali itu. Terkadang aku menyesal karena telah menyapam...

Tuhan dan rencana-Nya

Ketika kamu merasa berat dengan apa yang menjadi jalan hidupmu, maka Tuhan tahu bahwa kamu lebih kuat dari lainnya dan memilihmu untuk menjadi pemeran utama dalam kisah hidupmu. Kadang aku juga merasa iri dengan jalan hidup orang lain, tapi aku selalu mencoba untuk berfikir bahwa Tuhan ingin aku lebih kuat dari yang lain dan Dia selalu berhasil. Dia merubahku menjadi aku yang sekarang, yang kuharap lebih baik. Dan sekarang adalah tahap berikutnya, tahap yang harus bisa aku lewati, tahap yang kukira akan dengan mudah kulewati namun ternyata tak semudah yang telah terencana. Dan Tuhan sedang mengajarkanmu mengingatNya, karena sekeras apapun aku berusaha, sebaik apapun rencana yang kusiapkan, tetaplah rencanaNya yang terbaik. Dari awal aku terlalu percaya diri, semua seakan terlihat begitu lancar. Aku tahu ini salah, dan kini aku menyadarinya. Tuhan sedang mengujiku kembali. Dia mengerti bagaimana caraku belajar tentang hidup. Dan ini adalah pelajaran beriku...

28/4

aku bukanlah sajak dalam puisimu, bukan orang yang kau sebut dalam setiap nyanyianmu, bukan objek pada lensa kameramu dan bukan hal yang pernah ada difikiranmu.

cerita malam

salam untuk malam selalu ada hal yang patut untuk disyukuri setiap hari,  bangun pagi, melihat matahari dan menghirup udara segar sudah pastilah menjadi syukur yang tak dapat lagi dipungkiri hal yang paling indah dan selalu aku syukuri adalah terlahir dari rahim ibuku dan menjadi anak superhero seperti ayahku. tentulah ayahku bukan spiderman batman ataupun superman, tapi dia lebih kuat dari apapun. mungkin diluar sana banyak ayah-ayah dan ibu-ibu hebat yang mampu membesarkan anaknya dengan baik, mampu mencukupi kebutuhan anaknya dengan sangat cukup. ayah dan ibuku tak seperti mereka, mereka tak membesarkanku dengan harta, tapi dengan mimpi yang mereka tumbuhkan dalam hatiku. ayah dan ibu memang bukan seperti orang modern jaman sekarang, mereka bukanlah sarjana, bahkan SD pun mereka tak lulus, tapi justru aku bahagia menjadi anak mereka. seorang teman mengeluh, pusing dengan tugas skripsi, dosen susah ditemui, dan orang tua yang sudah mulai kehilangan kesabaran ag...

Senin menuju selasa

aku punya malam,  hanya saja dia selalu diam sedang aku butuh dia yang mampu membuatku kembali tertawa aku ingin bercerita,  aku ingin mengungkapkan apa yg tak pernah dapat aku ucapkan,  aku ingin sedikit kata yg meyakinkanku untuk mampu berteriak aku lelah,  tapi perjalanan masih begitu panjang.  aku ingin pundak yg rela memberikan tompangan untuk sedikit resahku. aku ingin sejenak menghilang dan berharap semua menjadi lebih mudah ketika aku kembali

kata yang tak pernah terungkap

terkadang ada rasa sakit diantara kebahagiaan, dan mungkin sebaliknya. sebagai seorang yang jauh dari rumah, menelpon keluarga dirumah merupakan salah satu hal yang bisa digunakan untuk mengurangi kerinduan, dan di telpon oleh orang rumah adalah sebuah kebahagian. akupun senang ketika ibuku menelponku dan mengkhawatirkanku, meski ibuku tak seperti orang tua lain yg setiap waktu menanyakan kegiatanku. dan aku adalah salah satu anak yang bisa dibilang sangat jarang sekali menelpon keluarga dirumah. bukan aku tak ingin atau malas berbicara dengan mereka, tapi ada hati yang harus dijaga agar tetap kuat jauh dari orang tua. telepon dari ibu adalah hal yang selalu mengingatkanku bahwa ada orang yang sedang menungguku bahagia untuk aku bahagiakan, telepon dari ibu adalah hal yang sangat menyenangkan namun selalu membuat hujan disudut-sudut mataku. "Maaf, anakmu belum mampu membanggakan dan membahagiakanmu" "Maaf, anakmu masih saja menyusahkanmu diusia tuamu"

Malam

selamat malam gelap yang terhias air yang turun dari awan selamat malam hening yang berkawan percikan hujan dan selamat malam pula rindu-rindu pada malam-malam tenang tanpa kisah yang meradang rindunya, rinduku, rindumu untuknya, untukku, untukmu kata dilan rindu itu berat, tapi tidakkah dilan merasakan tugas akhir jauh lebih berat dan jauh lebih berat ketika orang tua bertanya tentang kapan wisuda sedang merangkai bab satu saja aku kehabisan kata malam ke malam ketika gelap bersenandung bersama alam saat hati tak turut diam saat mata terpejam dalam gelisah pada geliat kata yang tak terucapkan Serang, 6 feb 2018