aku bukanlah sajak dalam puisimu, bukan orang yang kau sebut dalam setiap nyanyianmu, bukan objek pada lensa kameramu dan bukan hal yang pernah ada difikiranmu.
Aku ingin banyak berkisah bersamamu, berbicara tentang banyak hal yang terasa lucu, seperti daun yang ragu mengungkap kagumnya pada angin yang membelainya malu-malu, seperti burung yang berharap embun mendengar kicaunya yang merdu, dan seperti aku yang tak henti menatapmu dalam anganku. Aku ingin bercerita tentang malam, yang datang seakan memberi harapan dalam sebuah pertemuan. Malam seakan menulis kisah dalam mimpi yang akan terlupakan esok hari. Tapi ia lupa menghapus rasa yang tertoreh Ketika ia telah terganti terang matahari. Dan kini, ia beranjak pergi. Ku tarik tirai jendelaku dan aku kembali bersembunyi. Aku berteman sepi, lagi.
Aku ingin menikmati hujan bersamamu Mengobati rindu yang disemaikan oleh waktu Bercerita tentang titik hujan yang selalu saja bisu Aku ingin bercerita kepadamu Tentang malam-malam panjang yang kulewatkan tanpamu Tentang suara dalam gelap yang memanggilmu tuk ada disampingku Aku ingin menghabiskan malam bersamamu Berceloteh dibalik jendela dan menunggu bintang jatuh dari singgasana Menyaksikan orion bergerak di utara Dan bulan sabit yang hanya diam tanpa suara Kemudian kita kehabisan kata
Mari bercerita, ini tentangku yang aku sendiri tak dapat mengerti, aku yang tak hentinya menguras air dalam mataku aku yang mengatakan seakan aku sangat baik tapi tak juga bisa menghentikan air yang terus mengalir di pipi yang aku masih tak tau kenapa ia tak mau berhenti aku ingin bercerita tapi aku takut aku takut hanya akan menjadi beban untuk orang lain dan aku harus baik aku harus bisa sendiri aku harus menguatkan diri sendiri aku harus selalu baik dan aku pasti selalu baik :)
Komentar
Posting Komentar