Postingan

28/4

aku bukanlah sajak dalam puisimu, bukan orang yang kau sebut dalam setiap nyanyianmu, bukan objek pada lensa kameramu dan bukan hal yang pernah ada difikiranmu.

cerita malam

salam untuk malam selalu ada hal yang patut untuk disyukuri setiap hari,  bangun pagi, melihat matahari dan menghirup udara segar sudah pastilah menjadi syukur yang tak dapat lagi dipungkiri hal yang paling indah dan selalu aku syukuri adalah terlahir dari rahim ibuku dan menjadi anak superhero seperti ayahku. tentulah ayahku bukan spiderman batman ataupun superman, tapi dia lebih kuat dari apapun. mungkin diluar sana banyak ayah-ayah dan ibu-ibu hebat yang mampu membesarkan anaknya dengan baik, mampu mencukupi kebutuhan anaknya dengan sangat cukup. ayah dan ibuku tak seperti mereka, mereka tak membesarkanku dengan harta, tapi dengan mimpi yang mereka tumbuhkan dalam hatiku. ayah dan ibu memang bukan seperti orang modern jaman sekarang, mereka bukanlah sarjana, bahkan SD pun mereka tak lulus, tapi justru aku bahagia menjadi anak mereka. seorang teman mengeluh, pusing dengan tugas skripsi, dosen susah ditemui, dan orang tua yang sudah mulai kehilangan kesabaran ag...

Senin menuju selasa

aku punya malam,  hanya saja dia selalu diam sedang aku butuh dia yang mampu membuatku kembali tertawa aku ingin bercerita,  aku ingin mengungkapkan apa yg tak pernah dapat aku ucapkan,  aku ingin sedikit kata yg meyakinkanku untuk mampu berteriak aku lelah,  tapi perjalanan masih begitu panjang.  aku ingin pundak yg rela memberikan tompangan untuk sedikit resahku. aku ingin sejenak menghilang dan berharap semua menjadi lebih mudah ketika aku kembali

kata yang tak pernah terungkap

terkadang ada rasa sakit diantara kebahagiaan, dan mungkin sebaliknya. sebagai seorang yang jauh dari rumah, menelpon keluarga dirumah merupakan salah satu hal yang bisa digunakan untuk mengurangi kerinduan, dan di telpon oleh orang rumah adalah sebuah kebahagian. akupun senang ketika ibuku menelponku dan mengkhawatirkanku, meski ibuku tak seperti orang tua lain yg setiap waktu menanyakan kegiatanku. dan aku adalah salah satu anak yang bisa dibilang sangat jarang sekali menelpon keluarga dirumah. bukan aku tak ingin atau malas berbicara dengan mereka, tapi ada hati yang harus dijaga agar tetap kuat jauh dari orang tua. telepon dari ibu adalah hal yang selalu mengingatkanku bahwa ada orang yang sedang menungguku bahagia untuk aku bahagiakan, telepon dari ibu adalah hal yang sangat menyenangkan namun selalu membuat hujan disudut-sudut mataku. "Maaf, anakmu belum mampu membanggakan dan membahagiakanmu" "Maaf, anakmu masih saja menyusahkanmu diusia tuamu"

Malam

selamat malam gelap yang terhias air yang turun dari awan selamat malam hening yang berkawan percikan hujan dan selamat malam pula rindu-rindu pada malam-malam tenang tanpa kisah yang meradang rindunya, rinduku, rindumu untuknya, untukku, untukmu kata dilan rindu itu berat, tapi tidakkah dilan merasakan tugas akhir jauh lebih berat dan jauh lebih berat ketika orang tua bertanya tentang kapan wisuda sedang merangkai bab satu saja aku kehabisan kata malam ke malam ketika gelap bersenandung bersama alam saat hati tak turut diam saat mata terpejam dalam gelisah pada geliat kata yang tak terucapkan Serang, 6 feb 2018

🍂 Kamu

Baiklah aku akan berusaha aku takkan mencarimu dan aku takkan mengejarmu karena takdirlah yang akan mempertemukan kita dan bila nanti ternyata bukan kamu orang yang aku cari dan bukan pula kamu orang yang aku tuju, maka Tuhan telah mempersiapkan yang indah untuk kita kamu adalah jalanan yang pernah ku lewati tanpa kusinggahi tapi ku kenang bila kamu bukanlah pagiku maka kamu adalah mimpi di ujung fajar yang akan ku ingat dan bila kamu bukanlah malamku maka kamu adalah senja indah yang pernah kuimpikan bila benar memang bukan kamu yang ku tuju maka biarkan rindu-rinduku hanya sebatas rindu yang bergerak menghilang terhempas angin dan bias oleh sinar matahari biarkan mimpi-mimpiku tentangmu menjadi potret-potret semu pada album yang berdebu pada gudang-gudang yang tak pernah tersinggahi dan perasaan-perasaan yang tercipta olehmu menjadi pecahan-pecahan kaca dalam tabung kecil yang takkan pernah tersentuh jari jemari aku pernah rindu, aku pernah merasa benar-benar menyukaimu ak...

nyatanya~

nyatanya hati memang selalu kekanakan, ia berkata tak apa tapi tetap saja merasa tak rela. bertahun-tahun disiapkan namun tetap saja tak jua ikhlas merelakan kukira aku telah mulai terbiasa, nyatanya masih tetap saja sama aku masih saja iri padanya yang mampu menatap mata dan hatimu masih saja pilu ketika tangannya tergenggam tanganmu dan masih saja cemburu ketika jumpamu bukanlah diriku kukira aku tak lagi peduli, tapi nyatanya aku masih saja memimpi masih saja ada inginku bersamamu masih saja anganku bersua denganmu dan masih saja harapku menjabat tanganmu aku tak pernah memasukkanmu dalam mimpiku, karena bagiku kamu adalah duniaku dan aku dalam rotasimu Ngw, 26 des 2017