Postingan

Titik Tiga

 Titik tiga dengan tanda tanya Tentang kata yang entah apa artinya Tentang pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah ada jawabannya Tentang tiga titik yang tak dilengkapi kata Tiga titik diujung kata Tak sempat terkirim meninggalkan tanya Mengarsipkan gelisah Menitikan resah pada pipi yang basah Bolehkah kuselipkan tanda tanya Ataukah biar saja ia menjadi cerita Bolehkah kusisipkan mengapa Atau biar saja ia berakhir dengan titik tiga Bagaimana kalau kita simpan saja ia di kepala Kita kunci di tempat terdalam sampai pada akhirnya kita lupa Dan merasa ia tak pernah ada

Tangisan Malam

 Aku ingin menangis malam ini Mendepak sesak Mengubur resah dalam gulita Aku ingin menangis malam ini Mengisi keheningan dengan isak Menerbangkan perih dalam hening Aku ingin menghilang malam ini Bersembunyi dari riuhnya kepala Mengubur diri dalam sepi

Sepi Malam Ini

 Tak ada kata-kata malam ini Aku hanya ingin sepi Bercengkrama dengan diri sendiri Aku bukan apa yang kutulis dalam tulisanku Aku hanyalah debu yang tersapu Yang selalu berteman ragu Aku bukanlah apa yang tampak olehmu Aku hanyalah abu yang berhamburan tertiup bayu Aku takkan sanggup menjadi bintang Namun berharap kau berikan tatapan Aku yang takkan menjadi malam yang  menyelimutimu dengan ketenangan Namun berharap kau bagikan kehangatan Aku,  Manusia biasa yang biasa saja

Tak Apa

 Tak apa bilan bukan hari ini Masih ada esok pagi Jangan terlalu keras pada diri sendiri Dia cukup kuat dengan tetap terus berdiri Tak apa bila memang masih ingin berlari Pastikan saja kakimu tau kapan harus memelan dan berhenti Dan pastikan tanganmu tetap kuat menggenggam mimpi-mimpi Bila kau rasakan lelah Lihatlah ke segala arah Hitunglah sudah berapa banyak kakimu melangkah Lalu ambilah jeda sejenak Rasakan kakimu yang masih berpijak Dan katakan padanya Terima kasih sudah selalu kuat Setelah ini, kita berjuang bersama lagi

Waktu Bersamamu

 Aku ingin menikmati hujan bersamamu Mengobati rindu yang disemaikan oleh waktu Bercerita tentang titik hujan yang selalu saja bisu Aku ingin bercerita kepadamu Tentang malam-malam panjang yang kulewatkan tanpamu Tentang suara dalam gelap yang memanggilmu tuk ada disampingku Aku ingin menghabiskan malam bersamamu Berceloteh dibalik jendela dan menunggu bintang jatuh dari singgasana Menyaksikan orion bergerak di utara Dan bulan sabit yang hanya diam tanpa suara Kemudian kita kehabisan kata

Tunas Rasa

 Untuk rasa yang bertunas tanpa diminta Jangan tumbuh terlalu cepat Aku ingin melihatmu bersemi dengan perlahan Menikmati mekarmu dalam penantian Dan melihatmu tetap dalam keindahan meskipun engkau mulai menggersang Aku ingin menikmati indahmu Menghirup wangimu hingga kau meranggas dan layu Lalu kupupuk dengan rindu Berharap rasa itu tetap jadi milikku Yang akan mekar kembali berkali-kali Hanya untukku dan selalu untuk  aku

Kita

 Aku senang menatapmu dibalik gelap langit-langit kamarku Bertanya pada malam bagaimana kabarmu Kini bukan lagi tentangku menginginkanmu Biarkan saja jalan kita tetap berbeda Biarkan kereta kita melaju di lajur yang tak sama Dan biarkan kita berada di susunan pantone warna yang tak senada Dengan kisah yang takkan lagi sama Kau dengan kisah milikmu Dan aku dengan jalan ceritaku Dan bila nanti kita bertemu di persimpangan jalan yang sama Mari kita saling bertegur sapa Mari kita bercerita tentang betapa lugu dan rapuhnya kita belajar tentang "cinta"