Dibalik senyum

Ibu, maafkan aku yang masih terus saja mengeluh. Jalan ini begitu melelahkan, terkadang rasanya aku ingin menyerah, tapi aku tak punya pilihan untuk berhenti. Ibu, maafkan aku yang sebegitu lemah memperjuangkan kebahagiaan untukmu.


Jalan ini begitu terjal untuk di lewati, lelah ini begitu kuat memintaku untuk berhenti, tapi aku tau di ujung jalan ini ada Ibu yang sedang menantiku hingga aku harus berjuang. Ibu maafkan aku karena sering kali aku berfikir hidup ini begitu tak adil, ketika aku melihat teman-temanku dengan mudahnya menaiki tangga-tangga kehidupannya sedangkan aku untuk melewati satu anak tangga saja aku harus berjuang dengan keras.


Maafkan aku terkadang merasa iri pada orang lain, bukan aku menyesali terlahir dari rahimmu aku hanya terkadang begitu lelah melawan arus kehidupan ini. Arus yang tak begitu deras namun begitu menghanyutkan. Aku rindu tidur di pangkuanmu bu..


Ibu, keras nya hidup yang aku jalani selalu mengingatkanku padamu. Betapa kau berjuang untukku dan semua anak-anakmu. Kau pasti begitu lelah dengan semuanya melebihi apa yang aku rasakan. Aku hanya berjuang untuk diriku sendiri tapi aku sudah merasa ini begitu berat, bagaimana denganmu ? Perjuanganmu bersama bapak untuk kami anak-anakmu.


Disini aku hanya berjuang dan berfikir bagaimana agar satu persatu anak tangga kehidupan ini dapat aku lewati, sedang kalian jauh lebih dari itu. Bukan hanya tentang bagaiman kalian menaiki tangga kalian, tapi kalian pun berfikir untuk anak-anak kalian agar dapat menaiki tangga-tangga mereka.


Ibu, kau tau... Aku berjuang hanya untuk melihatmu bangga dan tak ada lagi yang mencemooh kita. Aku akan terus berusaha menaiki tangga-tangga ini meski sebenarnya aku takut. Tangga di depan jauh lebih curam bu, bila aku tak dapat melewati nya maka aku akan terperosok jauh ke jurang dan mungkin begitupun dengan dirimu. Maafkan aku telah memilih pertaruhan ini. Doa kan aku agar dapat melewati semua ini.


Tuhan, ampuni aku yang terkadang merasa hidup ini tak adil, ampuni aku bila sempat aku meragukan keadilanmu. Aku percaya apa yang KAU gariskan akan selalu menjadi yang terbaik untukku. Terima Kasih karena telah memilihku untuk peran ini. Terima kasih telah mempercayakanku untuk perjalanan yang begitu luar biasa ini. Aku akan menunjukkan padaMu Tuhan bahwa KAU tak pernah salah memilihku.


Jakarta Barat 28 Juli 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Bersembunyi

Aku

kemungkinan yang tidak mungkin